{"id":357,"date":"2023-12-07T05:04:42","date_gmt":"2023-12-07T05:04:42","guid":{"rendered":"https:\/\/himapet.fp.unila.ac.id\/?p=357"},"modified":"2023-12-07T05:34:16","modified_gmt":"2023-12-07T05:34:16","slug":"cara-mengukur-bobot-sapi-tanpa-timbangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/himapet.fp.unila.ac.id\/?p=357","title":{"rendered":"CARA MENGUKUR BOBOT SAPI TANPA TIMBANGAN"},"content":{"rendered":"<p>Sapi merupakan salah satu hewan ternak yang banyak dipelihara di Indonesia, mulai dari masyarakat hingga perusahaan-perusahaan besar yang begerak di berbagai sektor pemeliharaan sapi seperti penggemukan, breeding, dan susu sapi itu sendiri. Selama pemeliharaan mengetahui bobot sapi merupakan hal yang penting untuk diketahui karena hal ini berkaitan untuk menghitung dosis pakan, pemilihan dosis obat yang tepat, memantau pertumbuhan dan produktivitas sapi, serta menentukan waktu yang tepat untuk menjual sapi.<\/p>\n<p>Umumnya untuk mengetahui bobot sapi dilakukan penimbangan menggunakan timbangan manual atau digital sehingga akan diketahui bobot sapi yang diinginkan dengan hasil yang akurat. Tetapi apa jadinya bila pada peternakan rakyat yang biasanya dalam 1 keluarga hanya memelihara beberapa sapi saja dan bukan untuk lahan mata pencaharian melainkan hanya untuk tabungan yang sewaktu-waktu dapat dijual untuk memenuhi kebutuhan. Pasti kebanyakan peternak rakyat tidak memiliki timbangan yang dapat digunakan untuk mengukur bobot sapi yang dipelihara, karena timbangan maerupakan hal wajib yang perlu dimiliki oleh para peternak rakyat yang hanya memelihara beberapa sapi saja.<\/p>\n<p>Tapi ternyata untuk mengetahui bobot sapi tidak hanya dapat dilakukan dengan menimbangnya langsung menggunakan timbangan, tetapi terdapat rumus yang bisa digunakan untuk menaksir bobot sapi dengan berbagai ukuran, mulai dari yang kecil hingga yang paling besar. Terdapat empat rumus yang biasanya digunakan untuk mengetahui bobot badan sapi, yaitu:<\/p>\n<p>1.\tRumus Schoorl Denmark:<br \/>\nBB= (LD + 22)\u00b2 : 100<br \/>\nBB = Berat Badan (kg) LD = Lingkar Dada (Cm)<\/p>\n<p>2.\tRumus Winter Eropa<br \/>\nBB= (LD)\u00b2 \u00d7 PB : 300<br \/>\nPB = Panjang Badan (Inchi) LD = Lingkar Dada (Inchi)<br \/>\n*Keterangan :1 Inchi = 2,53 Cm<br \/>\n1 Pound = 0,454 Kg BB (Berat Badan) = Pound<\/p>\n<p>3.\tRumus Winter Indonesia<br \/>\nBB=\t(LD)\u00b2 \u00d7 PB : 10815,15<br \/>\nPB = Panjang Badan (Cm) LD = Lingkar Dada (Cm)<\/p>\n<p>4.\tRumus Lambourne<br \/>\nBB=\t(LD)\u00b2 \u00d7 PB : 10840<br \/>\nPB = Panjang Badan (Cm) LD = Lingkar Dada (Cm)<\/p>\n<p>Dengan adanya rumus ini dapat membantu para peternak untuk mengetahui bobot sapi yang dimiliki. Walaupun menimbang sapi dengan timbangan manual atau digital akan lebih akurat hasilnya, tetapi apabila tidak memiliki timbangan manual atau digital dan ingin mengetahui bobot sapi kita, maka menggunakan salah satu dari keempat rumus diatas bisa menjadi solusi dari rasa keingin tahuan terhadap bobot sapi kita.<\/p>\n<p>Penulis: Hardiansah Faisal Rito<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sapi merupakan salah satu hewan ternak yang banyak dipelihara di Indonesia, mulai dari masyarakat hingga perusahaan-perusahaan besar yang begerak di berbagai sektor pemeliharaan sapi seperti penggemukan, breeding, dan susu sapi itu sendiri. Selama pemeliharaan mengetahui bobot sapi merupakan hal yang penting untuk diketahui karena hal ini berkaitan untuk menghitung dosis pakan, pemilihan dosis obat yang &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":358,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/himapet.fp.unila.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/357"}],"collection":[{"href":"https:\/\/himapet.fp.unila.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/himapet.fp.unila.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/himapet.fp.unila.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/himapet.fp.unila.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=357"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/himapet.fp.unila.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/357\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":366,"href":"https:\/\/himapet.fp.unila.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/357\/revisions\/366"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/himapet.fp.unila.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/358"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/himapet.fp.unila.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=357"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/himapet.fp.unila.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=357"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/himapet.fp.unila.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=357"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}