{"id":404,"date":"2024-08-11T01:43:00","date_gmt":"2024-08-11T01:43:00","guid":{"rendered":"https:\/\/himapet.fp.unila.ac.id\/?p=404"},"modified":"2024-12-02T01:47:31","modified_gmt":"2024-12-02T01:47:31","slug":"penyakit-sapi-gila","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/himapet.fp.unila.ac.id\/?p=404","title":{"rendered":"PENYAKIT SAPI GILA"},"content":{"rendered":"<p>Otak sapi adalah salah satu bagian yang digemari untuk dikonsumsi di Indonesia. Namun, mengonsumsi otak sapi yang terkontaminasi bisa memicu penyakit, seperti penyakit sapi gila. Penyakit ini menyerang sistem saraf pusat pada sapi, yaitu otak dan sumsum tulang belakang, dan dalam istilah medis dikenal sebagai Bovine Spongiform Encephalopathy (BSE). Sapi yang terinfeksi penyakit ini cenderung menjadi agresif, sehingga disebut sapi gila. Pada manusia, penyakit ini disebut variant Creutzfeldt-Jakob (vCJD), suatu gangguan degeneratif otak yang menyebabkan demensia dan berujung pada kematian. Manusia dapat tertular jika mengonsumsi otak atau sumsum tulang sapi yang terinfeksi BSE.<br \/>\nPenyakit ini menyebabkan penurunan fungsi saraf secara perlahan. Hingga kini, tidak ada bukti bahwa penyakit sapi gila dapat ditularkan melalui daging atau susu sapi. Masa inkubasi penyakit ini belum diketahui secara pasti, dan gejalanya bisa muncul bertahun-tahun setelah konsumsi. Penyakit sapi gila disebabkan oleh infeksi protein di otak sapi. Manusia dapat tertular melalui beberapa cara, seperti<br \/>\n1.\tMengonsumsi daging sapi yang terinfeksi BSE.<br \/>\n2.\tMenerima donor darah atau organ dari penderita vCJD.<br \/>\n3.\tTerluka oleh jarum atau alat bedah yang tidak disterilkan setelah digunakan pada penderita.<br \/>\nGejala awal penyakit ini meliputi perubahan emosi dan perilaku, seperti kecemasan, depresi, dan gangguan tidur. Setelah empat bulan, gejala sistem saraf semakin memburuk, seperti:<br \/>\n1.\tGerakan otot yang tidak terkendali.<br \/>\n2.\tTremor.<br \/>\n3.\tKehilangan koordinasi tubuh (ataksia).<br \/>\n4.\tDemensia dan penurunan kemampuan berpikir.<br \/>\nPencegahan yang efektif adalah dengan menghindari konsumsi daging sapi dari negara yang sedang mengalami wabah BSE. Langkah lain adalah menghindari donor darah atau organ dari individu yang menunjukkan gejala. Hingga kini, tidak ada laporan bahwa BSE dapat ditularkan melalui susu sapi, ciuman, pelukan, atau hubungan seksual.<\/p>\n<p>Penulis : Lutvi Ngaini<br \/>\nSumber : https:\/\/yankes.kemkes.go.id\/view_artikel\/2696\/mengenal-penyakit-sapi-gila-salah-satu-penyakit-ternak-yang-perlu-diwaspadai?t&amp;utm_source=perplexity<br \/>\nSumber gambar : https:\/\/images.app.goo.gl\/QqvoWFwL3Rhw8aSr9<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Otak sapi adalah salah satu bagian yang digemari untuk dikonsumsi di Indonesia. Namun, mengonsumsi otak sapi yang terkontaminasi bisa memicu penyakit, seperti penyakit sapi gila. Penyakit ini menyerang sistem saraf pusat pada sapi, yaitu otak dan sumsum tulang belakang, dan dalam istilah medis dikenal sebagai Bovine Spongiform Encephalopathy (BSE). Sapi yang terinfeksi penyakit ini cenderung &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":405,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/himapet.fp.unila.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/404"}],"collection":[{"href":"https:\/\/himapet.fp.unila.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/himapet.fp.unila.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/himapet.fp.unila.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/himapet.fp.unila.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=404"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/himapet.fp.unila.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/404\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":406,"href":"https:\/\/himapet.fp.unila.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/404\/revisions\/406"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/himapet.fp.unila.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/405"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/himapet.fp.unila.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=404"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/himapet.fp.unila.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=404"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/himapet.fp.unila.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=404"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}