Produksi susu ternak perah merupakan hasil dari interaksi berbagai faktor internal dan eksternal yang memengaruhi kemampuan ternak dalam menghasilkan susu. Faktor-faktor tersebut meliputi genetik, kualitas pakan, kondisi kesehatan, serta pengaruh lingkungan seperti suhu, kelembapan, dan manajemen pemeliharaan. Pemahaman terhadap faktor-faktor ini sangat penting untuk memastikan ternak dapat berproduksi secara optimal dalam berbagai kondisi.
Genetika ternak sangat menentukan potensi maksimum produksi susu, dengan ras seperti Friesian Holstein (FH) dikenal memiliki produktivitas tinggi. Pakan yang berkualitas, kaya protein, energi, vitamin, dan mineral, sangat penting untuk mendukung metabolisme dan produksi susu secara optimal. Selain itu, manajemen pemeliharaan yang baik, termasuk frekuensi pemerahan yang teratur dua hingga tiga kali sehari, membantu meningkatkan hasil produksi. Kondisi kesehatan ternak juga memengaruhi produksi, karena penyakit seperti mastitis atau gangguan metabolik dapat menurunkan produktivitas.
Lingkungan juga memainkan peran penting. Suhu ideal untuk sapi perah berkisar antara 13–25°C. Di luar rentang ini, terutama pada suhu tinggi, stres panas dapat menurunkan nafsu makan dan produksi susu. Kelembapan yang tinggi dan ventilasi yang buruk juga meningkatkan risiko stres dan penyakit. Produksi susu mencapai puncaknya pada beberapa minggu setelah melahirkan dan secara bertahap menurun seiring tahap laktasi. Faktor psikologis, seperti stres akibat kebisingan atau perubahan lingkungan, juga dapat berdampak negatif. Oleh karena itu, pengelolaan yang baik dalam semua aspek ini diperlukan untuk mendukung produksi susu secara optimal.
Penulis : Fahreza Agusta Marsanda
Sumber : https://journal.umgo.ac.id/index.php/Jstt/article/download/2832/1523
Sumber Gambar : https://images.app.goo.gl/Li577MQo12cbVMYr5

