Uncategorized

Pakan Berkualitas, Produksi Susu Meningkat: Rahasia Kambing PE

Kambing Peranakan Etawah (PE) merupakan salah satu ternak yang banyak dipelihara masyarakat Indonesia karena mampu menghasilkan susu dengan nilai gizi tinggi dan memiliki nilai ekonomi yang baik. Produksi susu kambing PE sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti umur, masa laktasi, kesehatan ternak, serta kualitas pakan yang diberikan. Di antara faktor tersebut, pakan menjadi hal yang sangat penting karena menjadi sumber utama nutrisi untuk pembentukan susu. Jika pakan yang diberikan kurang berkualitas, maka produksi susu kambing juga akan menurun.

Pakan utama kambing biasanya berupa hijauan seperti rumput dan dedaunan. Namun, hijauan umumnya memiliki kandungan protein yang rendah, hanya sekitar 7–12%, serta serat kasar yang cukup tinggi. Kondisi ini membuat kebutuhan nutrisi pada kambing terutama saat masa laktasi, tidak terpenuhi secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan tambahan konsentrat untuk memenuhi kebutuhan nutrisi kambing. Konsentrat seperti dedak, bungkil, atau jagung giling sering kali digunakan karena kandungan protein dan energi dalam pakan meningkat. Dengan nutrisi yang cukup, kambing dapat memproduksi susu lebih banyak.

Seperti penelitian yang pernah dilakukan oleh Adriani dan tim pada tahun 2014 menunjukkan bahwa perbaikan kualitas pakan memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan produksi susu kambing PE. Pada kambing yang hanya diberi hijauan, produksi susu hanya mencapai 621,34 gram per ekor per hari. Sementara itu, kambing yang diberi pakan campuran hijauan 75% dan konsentrat 25% menghasilkan susu sebesar 743,12 gram per hari. Produksi tertinggi diperoleh pada pemberian pakan berkualitas tinggi dengan komposisi hijauan 60% dan konsentrat 40%, yaitu mencapai 832,78 gram per ekor per hari.

Menariknya, peningkatan kualitas pakan ini tidak terlalu memengaruhi kandungan lemak, protein, dan bahan kering susu. Rataan kadar lemak susu tetap sekitar 6,83%, protein susu 4,57%, dan bahan kering susu sebesar 16,43%. Hal ini menunjukkan bahwa pakan berkualitas lebih berpengaruh terhadap jumlah produksi susu dibandingkan perubahan komposisi gizinya. Dengan kata lain, kambing menghasilkan susu lebih banyak, tetapi kualitas susunya tetap stabil.

Pemberian pakan berkualitas tinggi saat masa laktasi sangat penting karena nutrisi dari pakan akan digunakan tubuh sebagai bahan utama dalam pembentukan susu di kelenjar ambing. Kombinasi hijauan dan konsentrat yang seimbang dapat membantu kambing tetap sehat, produksi susu meningkat, dan peternak memperoleh keuntungan yang lebih besar. Oleh karena itu, perhatian terhadap manajemen pakan menjadi salah satu kunci utama keberhasilan usaha peternakan kambing perah.

Penulis : Cheisya Valensia
Sumber : https://online-journal.unja.ac.id/jiip/article/view/2087
Sumber gambar : https://share.google/1vulHhqYHe58yJvDB

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.