Uncategorized

TINGKAHLAKU KERBAU YANG SUKA BERKUBANG

Jenis kerbau banyak ditemui di seluruh Asia Tenggara, ada tiga jenis kerbau yaitu; kerbau sungai, kerbau lumpur, dan kerbau liar. Namun di Indonesia hanya kerbau sungai dan lumpur. Kerbau banyak dimanfaatkan sebagai tenaga kerja untuk membajak sawah. Kerbau memiliki karakteristik pada badan yang bulat, pendek dan kekar, dengan warna kulit abu kehitaman dan memiliki bentuk tanduk lengkung seperti spiral (Yusnizar, 2015). Kerbau termasuk jenis ternak ruminansia besar dengan potensi sebagai penghasil daging.
Sering kita melihat kerbau suka berkubang di lumpur ataupun pada rawa-rawa. Kerbau memiliki alasan mengapa suka berkubang. Kerbau salah satu hewan yang tidak tahan dengan suhu panas. Secara fisiologis kerbau memiliki suhu tubuh yang tinggi berkisar 38,2-38,40ᵒC. Saat suhu lingkungan tinggi maka akan terjadi perubahan tingkah laku pada kerbau untuk mempertahan suhu tubuhnya dengan mencari tempat teduh hingga berkubang di lumpur atau air.
Kerbau tidak bisa mengatur suhu tubuhnya karena kerbau memiliki karakteristik lapisan kulit yang tebal, rambut berwarna hitam pekat dan jarang, membuat penyerapan panas cukup tinggi, sehingga perlu termogulasi agar fungsi fisiologis tubuh kerbau dapat berjalan normal (Syarifuddin, 2019). Faktor lain kerbau suka berkurang adalah memiliki kelenjar keringat yang sedikit, sepertiga dari sapi. Namun di samping itu kerbau memiliki kelebihan cepat mengendalikan suhu tubuh menjadi normal dengan berkubang karna kerbau memiliki pembuluh dara perifer. (Nuraida & Try. 2024)

Penulis : Martha Pereira
Sumber :
Yusnizar, Y., Ilham, M., Rizal, M., & Sumantri, cece. (2015). Kerbau, Ternak Potensial yang Terlupakan. In 1 (1st ed., Vol. 1). IPB Press.
Syaifuddin, M. Y. (2019). Respon Fisiologis dan Performa Produksi Kerbau Lumpur dengan Pola Kubang yang Berbeda di Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon.
Nuraida, N., Susanti, T. 2024. Studi Tingkah Laku Makan dan Bekubang Kerbau Lumpur (Bubalus bubalius carabanesis) di Desa Teluk Kayu Putih. Jurnal Biosilampari:Jurnal Biologi. Vol 6 (2) :67-76.
Sumber gambar :
https://images.app.goo.gl/zfTYXthHTJ9dwVoZA

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.